Monday, August 24, 2009

Kue Pengantin Pesta Pernikahan

Kehadiran kue pengantin menambah semarak suasana pesta. Selain mewakili karakter, kue pengantin menjadi simbol awal kerja sama sang mempelai.

Pesta sakral yang sempurna. Itulah keinginan hampir semua mempelai. Selain gaun dan dekorasi,
kue pengantin juga tak bisa diabaikan. Tak lengkap rasanya sebuah pesta pernikahan tanpa kue pengantin. Malah bila Anda dan pasangan cerdas memilih kue pengantin, kue tersebut bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan.


Pada pesta pernikahan Siti Nurhaliza misalnya, kue pengantin menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, kue pengantin buatan Chef Zainudin Abdul Aziz begitu spektakuler. Kue bertingkat sembilan itu memiliki tinggi tiga meter. Meski desainnya simpel, kue tersebut begitu elegan.


Pada kue tersebut terdapat sekitar 15.000 garis yang disusun di pinggiran kue. Selain itu, ada sekitar 1.200 mawar kecil yang ditempelkan di kue tersebut. Yang istimewa, mawar-mawar itu telah disemprot dengan cairan emas 20 karat. Selain itu, kue tersebut juga dihiasi dengan lampu-lampu produksi Easton Corporation yang dikendalikan lewat sebuah remote control. Lampu-lampu itu bakal memedarkan tujuh warna secara bergantian.


"Ini kue simpel dan elegan dengan sentuhan teknologi. Tak ada kesulitanlah. Malah anak buah saya berebut mau mengerjakannya. Maklumlah, wedding of the year," tutur Zainudin, lantas tertawa. Terang saja, untuk kue ini saja Siti harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp30 juta.


Sebenarnya,
aneka kue pengantin ini hadir bukan hanya sebagai pelengkap. Kue inilah yang akan menjadi saksi awal kerja sama mereka merajut rumah tangga. Kerja sama tersebut disimbolkan dalam prosesi potong tumpeng bersama.


Selain itu, kue pengantin juga menjadi simbol karakter mempelai. Karakter tersebut bisa dituangkan melalui desain kue yang Anda pesan. Bunga menyimbolkan cinta abadi, sedangkan buah melambangkan kesegaran.


Aneka kue
pengantin sebenarnya bukanlah tradisi khas Indonesia. Tradisi menghadirkan kue ini diadopsi dari budaya pernikahan ala Barat. Tapi kini kue pengantin sudah menjadi item wajib dalam setiap resepsi pernikahan. Apalagi bila pernikahan berkonsep internasional. Mau tak mau, kue ini harus ada melengkapi pesta.


Pentingnya keberadaan kue pengantin, membuat calon pengantin memberi perhatian besar terhadapnya. Bahkan, mereka pun tak segan untuk merogoh kocek dalam-dalam. Bukan sekedar dating ke
toko kue pengantin dan langsung membelinya. Kini kue pengantin hadir dalam bentuk yang kian variatif. Pemilik Timothy Cake, Timothy Pratana mengatakan, desain kue bertumpuk masih menjadi idola para calon pengantin.


Desain biasanya menjadi perhatian utama para mempelai pengantin. Nah, belakangan ini kebebasan calon pengantin untuk mendesain sendiri kue yang mereka pesan. Walaupun memesannya di
toko kue pengantin, desain diusahakan dari mempelai. "Di Timothy, biasanya kami memberikan contoh desain kue yang sudah jadi. Nah, bila mereka ingin memodifikasi atau membuat rancangan sendiri, tetap kita layani," ucap Timothy.


Timothy menambahkan, kue rasa moka, marble, dan buah-buahan paling banyak dipesan. Soal hiasan, buah dan bunga segar menjadi ornamen yang paling sering dipesan. Meski desain adalah prioritasnya, soal rasa juga tak bisa dipandang sebelah mata. "Bagi kami, rasa sama pentingnya dengan penampilan," ujar Timothy.


http://lifestyle.okezone.com


Dukung kampanye
stop dreaming start action

No comments:

Post a Comment

Post a Comment